Ads 468x60px

Wisata Pantai Malimbu Lombok




Mengisi waktu libur lebaran, aku bersama keluarga memutuskan untuk mengunjungi Bukit Malimbu untuk menikmati sunset. Dari atas bukit, kita bisa melihat salah dua dari tiga Gili yang terkenal, yaitu Gili Terawangan, Gili Air, dan Gili Meno. Selain itu, juga pantai terdekat yang berada di bawah bukit. Tiba-tiba terlintas pikiran iseng untuk mengunjungi pantai tersebut, Pantai Malimbu. Awalnya agak bingung bagaimana cara masuk kawasan pantai tersebut. Setelah menyusuri jalan dengan perlahan menggunakan mobil, kami menemukan dua jalan masuk. Pertama letaknya dekat dengan bukit, sedangkan yang satu lagi agak lebih jauh. Jalan yang pertama cukup landai, sedangkan jalan yang kedua menurun curam dan tajam. Merasa agak berisiko maka kami memilih jalan masuk yang pertama yang landai, tetapi berbatu-batu.





Ternyata, masuk lewat jalan yang pertama ini kita akan dua kali mengeluarkan uang. Pertama untuk masuk kawasan pantai, untuk mobil akan dikenakan biaya sebesar Rp2.000,00 per mobil, entah kalau motor berapa. Dan, kedua untuk parkir. Setelah masuk kawasan pantai, iseng-iseng saya bertanya kepada pengunjung lain, yang terlihat masuk lewat jalan yang kedua, ternyata kalau lewat jalan masuk yang kedua kita cukup mengeluarkan uang satu kali, hanya untuk parkir. Tapi, ya gitu, medan yang dilewati agak horor,






Pemandangan sore hari di Pantai Malimbu cukup memikat. Keadaan airnya yang tenang, membuat kami ingin kembali lagi untuk sedikit bermain air. Jadi, kami memutuskan suatu pagi akan kembali lagi untuk sedikit berbasah-basahan. Ternyata ‘suatu pagi’ itu tidak terlalu lama, pada H+2 lebaran, kami kembali lagi. Dengan membawa beberapa alat tempur untuk berenang, alas untuk beristirahat sambil bersantai, perbekalan, dan tidak ketinggalan kantong plastik untuk menampung sampah--tetap jaga kebersihan.

Keadaan pantai saat pagi jauh berbeda dengan sore hari, saat pagi pengunjung yang datang cukup ramai. Sedangkan di sore hari keadaan pantai jauh lebih sepi, justru yang terlihat ramai di bukit. Walaupun demikian, keadaan pantai tidaklah sepadat di Pantai Sengigi. Di Pantai Malimbu juga hanya segelintir orang yang berjualan, itupun jangan harap bisa menemukan sate belayak seperti di Senggigi ya. Di Pantai Malimbu sebagian besar hanya menjual jagung bakar dan aneka makanan ringan.

Dapatkan Paket Wista ke Pantai Malimbu

Dari segi pengunjung, aku melihat kebanyakan yang datang kepantai ini dengan rombongan. Itupun kebanyakan penduduk lokal Lombok. Jadi, sepertinya kalau bukan musim liburan keadaan pantai akan sedikit lebih sepi. Terutama pengunjung dari luar daerah, sepertinya belum banyak yang tahu. Mungkin hal ini juga yang membuat pantai cukup bersih. Yah, walau di sana sini masih tampak sampah berserakan.

Air yang tampak tenang dan jernih memanggil kami untuk terjun, tidak berlama-lama duduk di tepian pantai. Dan, sesuai dugaan, dengan air yang jernih, kita bisa melihat dasar lautan. Sangat cantik! Sepertinya cocok buat yang hobi snorkling. Jadi, kalau mampir ke Malimbu, jangan lupa membawa alat snorkle-nya ya. Nah, untuk yang hobi berkano tidak perlu bingung, di Pantai Malimbu sudah ada jasa persewaan kano. Cukup bayar Rp10.000,00 kita sudah bisa bermain kano sepuasnya. Penyewaan ban juga ada, setiap ban dihargai Rp5000,00. 

Setelah puas bermain air, kita bisa membilas dan mengganti pakaian di tempat yang sudah disediakan, walaupun hanya seadanya, tetapi lumayan tertutuplah. Setelah itu, kita bisa bermain--tepatnya foto-foto di bebatuan karang yang terletak di salah satu sisi pantai. Yap! Bebatuan karang ini memang menjadi spot yang menarik untuk foto-foto. Saat kami asik jeprat-jepret saja, sejumlah orang pun tampak asik berjeprat-jepret ria di tempat yang sama. Tapi, harus hati-hati ya, soalnya beberapa bebatuan cukup licin dan tajam.

Nah, setelah puas meng-eksplore Pantai Malimbu, kita memiliki banyak pilihan untuk perjalanan selanjutnya. Bisa lanjut, ke Gili, kembali pulang, atau malah mampir dulu ke Sengigi untuk makan sate belayak.



Galery Malimbu

0 comments: